Tutorial Troubleshooting Mouse

Troubleshooting Mouse


A.Mouse Tidak Dikenali/ tidak terdeteksi
Untuk yang menggunakan system operasi windows, keberadaan mouse hampir sama pentingnya dengan keyboard. Karena untuk pengoperasian komputer secara efektif, tidak mungkin hanya menggunakan keyboard. Oleh sebab itu, jika pada saat menghidupkan komputer ternyata mouse tidak dikenali, mungkin akan cukup membingungkan karena harus bekerja hanya dengan keyboard.

1.Kabel mouse terhubung kurang sempurna pada konektor port mouse dikomputer. Untuk itu cobalah periksa hubungan kabel tersebut, serta periksa pula kemungkinan adanya kabel mouse yang terputus.
2.Device drive untuk mouse tidak terinstal dengan benar pada komputer dengan system operasi DOS, system aplikasi yang jalan di atasnya membutuhkan pemanggilan device drive mouse untuk bisa jalan dengan menggunakan alat bantu mouse. Pemanggilan device drive mouse ini bisa dengan menempatkannya pada file CONFIG.SYS atau AUTOEXEC.BAT. Untuk itu, bisa memeriksa kedua file tersebut dan lokasi tempat file device drive mouse itu berada. Sedangkan pada system operasi Windows, bisa memeriksa pada Device Manager dari System Properties.
3.Mouse atau port mouse ( serial port atau pert PS/2 mouse ) rusak, untuk memastikannya bisa mencoba untuk menukar mouse dengan mouse yang lain atau mencoba mouse pada komputer yang lain . Namun, bisa mencoba memeriksa terlebih dahulu dengan melihat pada konfigurasui System Windows, yaitu pada Device Manager dari System Properties.

Untuk lebih jelasnya, bisa mengikuti langkah – langkah sebagai berikut :
a.Periksa apakah ada device driver mouse pada system operasi, yaitu dengan membuka Device Manager pada System properties, kemudian periksa apakah ada device Mouse. Jika tidak ada, maka bisa mencoba menambah device drive tersebut dengan mengunakan fasilitas Add New Hardware dan biarkan Windows mencoba mendeteksi keberadaan perangkat baru ( dalam hal ini mouse).
b.Jika pada Device Manager terdapat device drive mouse, maka cobalah periksa device drive tersebut. Jika device drive mouse terdapat tanda seru, artinya mouse mengalami konflik, coba periksa device drive pada serial port ( COM port ) untuk mouse yang menggunakan serial port .
c.Jika pada device driver port mouse maupun serial port tidak ada masalah maka kemungkinannya adalah mouse yang rusak. Untuk lebih memastikan hal ini, bisa mencoba menukar mouse.
d.Namun jika serial port yang bermasalah (konflik), maka bisa memperbaiki device driver tersebut, yaitu dengan cara memilih device driver tersebut, tekan DEL untuk me-remove device driver tersebut. Kemudian keluar dari System Properties dengan menekan Alt+F4. Selanjutnya booting ulang komputer. Jika serial port normal, maka pada saat komputer boot, Windows akan mendeteksi keberadaan port tersebut. Dan selanjutnya, jika mouse terhubung pada port tersebut maka akan terdeteksi dengan sendirinya.
e.Jika pada langkah diatas serial port tidak terdeteksi, cobalah cari dengan Add New Hardware dan biarkan windows mencoba mendeteksi keberadaan port tersebut. Dan jika sampai pada tahap ini pun port tidak ditemukan maka ada kemungkinan serial port yang bermasalah. Periksalah setup pada BIOS, yaitu pada Onboard serial port, Apakah setup port tersebut sudah sesuai. Jika belum sesuai dan port tidak terdeteksi, maka kemungkinannya adalah serial yang rusak.
f.Untuk memperbaiki serial port, bisa mengganti serial port tersebut dengan memasang multi I/O card. Jika serial port on-board pada mainboard maka harus men-disable setup pada BIOS.
g.Setelah serial port ganti maka pindah mouse serial ke port baru.

B.Mouse Tidak Berfungsi Sebagaimana Mestinya
Masalah lain tidak terjadi adalah tidak berfungsi mouse sebagaimana mestinya, yaitu bahwa mouse dikenali keberadadaanya oleh system operasinya namun tidak berjalan dengan normal. Ketidak normalan tersebut adalah :
1.Mouse dikenali namun tidak bisa berfungsi. Ini sering dialami untuk mereka yang menggunakan system operasi windows. Mouse hanya tampil berupa kursor atau tanda panah atau tanda lain ditengah – tengah layar monitor, dan tidak bisa digerakkan. Hal ini biasanya disebabkan karena mouse yang rusak atau device driver yang ada tidak sesuai. Untuk mengatasinya, bisa me-remove device driver mouse dari Device Manager, kemudian dideteksi lagi keberadaan mouse. Jika mouse tidak dikenali, maka bisa memeriksa kemungkinan-kemungkinan pada uraian sebelumnya. Namun jika mouse terdeteksi dan tetap tidak berfungsi dengan baik, maka kemungkinannya mouse yang rusak. Cobalah ganti dengan mouse yang masih baik.
2.Mouse berjalan tersendat-sendat atau kursor melompat – lompat. Cobalah perbaharui device driver mouse. Atau atur kecepatan mouse pada item mouse dari Control Panel, yaitu pada tab Motion dari Mouse Properties. Jika ini belum berhasil, cobalah buka dan bersihkan tempat bola mouse.
3.Jika tombol-tombol pada mouse tidak merespon dengan baik, cobalah atur melalui fasilitas pengaturan kecepatan klik mouse pada item mouse dari Control Panel, yaitu tab Button dari Mouse Properties. Selain itu bisa coba membersihkan tombol mouse dengan bantuan cairan contact cleaner, tentunya harus membuka tutup mouse terlebih dulu.

C.Pointer mouse yang sering meloncat-loncat
Masalah lain yang sering muncul adalah pointer mouse yang meloncat – loncat secara acak sehingga pemakai kesulitan untuk menggunakan mouse secara tepat dan presisi. Pada kondisi ini, kemungkinan yang paling besar disebabkan karena kotornya komponen bola mouse. Karena komponen bola tersebut banyak bersentuhan dengan mouse pad yang tidak selalu bersih.

Langkah untuk mengatasinya adalah:
1.Buka penutup bola mouse di bagian bawah dengan memutarnya 900 derajat.
2.Keluarkan bolanya dan bersihkan dengan air hangat atau alkohol serta sikat dengan kuas,  lalu keringkan.
3.Di bagian dalam mouse dapat diamati adanya tiga buah roda. Dua lebar dan satu yang kecil. Kotoran yang menempel pada komponen tersebut perlu dibersihkan. Demikian juga dengan kotoran yang menempel pada gerigi dan bantalan bola. Lakukan pembersihan dengan hati – hati sehingga tidak merusak komponen – komponen di dalamnya.

D.Memperbaiki Mouse Yang Rusak
Nah kali ini saya akan membahas tentang Memperbaiki Mouse yang rusak. Pernahkah anda mengalami saat dimana kita sedang asik bermain komputer, tiba tiba mouse yang anda gunakan langsung mati seketika atau kadang – kadang gerak kadang – kadang mati. kalau anda sedang melakukan penghematan tidak salahnya untuk coba memperbaikinya

alat alat yang perlu di sediakan alat pokoknya :
•  Obeng
•  Solder
•  Timah Solder
Bila di perlukan tambah :
•  Cuter
•  Obeng
•  Kabel Mouse (Portnya Terserah mau USB atau PS/2)
•  Amperemeter

sebelum memulai jangan lupa untuk memanaskan soldernya

1.  Pertama Buka CASE/CASING dari mouse tersebut
2.Kedua Lepaskan PCB yang ada di dalam Mouse dan copot Konektor antara Kabel Dengan PCB mouse
3.Ketiga ambil Cuter lalu Potong ujung Konektor dari kabel mouse tersebut
4.Setelah itu kupas kabelnya dengan cuter, terus ada banyak warna kabelnya Nah warna kabel – kabelnya itu langsung kita pasang pada PCB Mousenya harus sesuai dengan urutan warna kabel yang sebelumnya
5.lalu Solder ujung – ujung Kabel mouse CASE atau CASING mousenya jangan di pasang dulu.
6.setelah selesai di solder Tancapkan mouse tersebut di Konektor Mouse CPU RESTART komputer Coba anda gerak-gerakan mouse anda apabila Pointer bergerak berarti Mouse anda Sudah bisa di Pakai lagi pasang Kembali CASE atau CASING mousenya
apabila mouse anda tidak bisa berjalan
-coba cek urutan kabelnya
-Lihat apakah jalur kabel yang lain jangan sampai ada yang nyambung dengan jalur lain
-solderan pada ujung kabel sudah menempel pada lubangnya

E.Perawatan Mouse
1.Gunakan Mouse pad. Mouse pad berfungsi untuk mencegah datangnya debu yang ada pada optic.
2.menggeser mouse dengan  pelan – pelan karena dia akan tahu kalau digerakkan, dia akan mengikuti perintah. Jadi intinya jangan kasar – kasar.
3.Bila perlu, sekali – kali bersihkan opticnya dengan cotton bad. dibagian bawahnya, kan ada opticnya yang bercahaya.

Prinsip Kerja Mouse atau Cara Kerja Mouse yaitu:
Pada dasarnya cara kerja mouse yaitu sinyal yang dihasilkan oleh optocoupler dikirim ke photo transistor sebagai input sinyal. diantara kedua alat tadi itu dipasang sebuah rotor (silinder) yang berfungsi mengatur logic “0″ dan “1″. Bila cahaya terkena bagian rotor yang tertutup, maka cahaya tersebut tidak dapat masuk ke photo transistor, sehingga akan menghasilkan logic “0″.

Popular posts from this blog

Download CoolSense (Software Pendingin Notebook/Laptop)

Tutorial Installasi Resident Evil 5

Tutorial Burning Data Ke CD/DVD Dengan NERO